dan untuk bingung pun aku bodoh.seumpama karbon hanyut di gelombang pasang-aku bertanya “apa aku nyata?”
kesabaran menunggu dan keberanian bersabar adalah sikap pikiran berani manusia dalam eleminasi hukum alam. gagasan progresif untuk kesadaran berkumpul sebagai tebusan kecukupan yang di anugrahkan pada ketidaktahuan dan kekagetan proses kelahiran.
massa orang banyak yang di organisir, kerapkali menjadi lahan bagi produksi budaya. ketika demikian terjadi maka orientasi urgensi dalam peran politik ketika menjalankan pemeliharaan ekonomi alam semesta mesti pada pemerhati yang berkesadaran.
bagi sebagian manusia Arif, massa banyak adalah anugrah perbedaan yang indah sekaligus melelahkan. bak hutan rimba, membingungkan dalam misteri perjalanan, kita berupaya menjaga kelestariannya.

dan bagi sebagian manusia dalam belenggu serakah, massa org banyak tak ayal hanya jumlah nominal suara voting yang statis dan pasti. massa orang banyak menjadi bahan pembicaraan yang berfungsi sebagai atas nama. tak mendalam soal arti bahkan di anggap tak berpuisi.
pada setiap orang dalam lingkungan massa orang banyak boleh menjadi Arif atau serakah. keduanya berdialektika dalam kesabaran saling negasi menunggu kebenaran hakiki dan berani pada keberpihakannya.
siapa pun mampu di relung alam pikirannya memainkan peran pada banyak dimensi. pertarungan pengendalian kesadaran akan termanifestasi di antara membela atau mencela.
cara pandang memainkan penerimaan keduanya sedangkan pola pikir memberi reaksi atasnya. berujung menjadi sikap, prilaku, putusan dan keinginan.
akumulasi pola ini terus berulang melewati banyak garis sebab-akibat, menghampiri banyak keganjilan aksi-reaksi yang nyatanya kita telat untuk mengerti dan senantiasa Simbang oleh gravitasi.